Tata Cara Melaksanakan Ibadah Aqiqah Dalam Islam

catering aqiqah

Ibadah aqiqah memang bukan ibadah wajib untuk orang tua kepada anak. Namun aqiqah memiliki hukum sunah muakkadah atau ditekankan pengerjaannya. Oleh sebab itulah, meskipun tidak wajib namun untuk orang tua yang mampu secara finansial hendaknya mengerjakan ibadah ini kepada anaknya. Dalam hadits riwayat Salman bin Amir Addhabi, Nabi Muhammad bersabda: “Bersamaan lahirnya anak laki-laki itu ada akikah maka tumpahkanlah (penebus) darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (cukur rambutnya).” (H.R. Bukhari).

Juga ada hadits shahih mengatakan jika tiap anak terikat dengan aqiqahhnya. Yang artinya supaya bisa membebaskan, maka harus dilakukan pemotongan kambing sesuai ketentuan aqiqah. Hal ini sesuai dengan hadits yang berbunyi: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, yang harus disembelih di hari ketujuh, dicukur dan diberi nama.” (HR. Ahmad 20083, Abu Daud 2840, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

9 Tata Cara Aqiqah Dalam Islam

Dilaksanakannya ibadah aqiqah adalah sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT karena telah menganugerahi seorang anak. Zaman sekarang ini, orang tua sudah tidak kebingungan lagi ketika ingin melaksanakan ibadah akikah. Sebab saat ini sudah ada banyak layanan jasa aqiqah yang siap untuk diajak kerja sama. Dari Sabang sampai Merauke. Bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah aqiqah untuk anak pertama. Mungkin akan sedikit kebingungan dengan tata cara pelaksanannya yang bagaimana. Lain hal untuk orang tua yang sudah pernah melakukan ibadah aqiqah sebelumnya.

Nah berikut ini beberapa tata cara aqiqah dalam Islam yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu.

  1. Jumlah Kambing yang Disembelih

Dalam sebuah hadits dari Aisyah, beliau menukil perkataan Rasulullah, “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah).

Dari hadits diatas tentunya sudah bisa dimengerti dan dipahami bersama mengenai berapa jumlah kambing yang digunakan untuk aqiqah. Untuk jenis kelamin kambing yang digunakan pun bisa menggunakan kambing jantan atau kambing betina. Umumnya memang menggunakan kambing jantan dalam proses akikah. Namun jika anggaran yang dimiliki terbatas, maka bisa menggunakan kambing betina saja. Sebab harga kambing jantan dengan kambing betina memang berbeda. Lebih mahal kambing jantan dibandingkan dengan kambing betina.

  1. Memilih Kambing Sehat

Untuk kambing yang digunakan untuk ibadah akikah memiliki kriteria sama dengan hewan kurban. Dimana kambing tersebut harus sehat, tidak cacat, bebas penyakit, dan berkualitas tentunya. Usia kambing yang dipakai untuk akikah sendiri pun minimal harus sudah berusia setengah tahun. Ada beberapa hal yang bisa dicek terlebih dahulu sebelum memilih kambing untuk akikah ini. Yakni dari bagian kuku, mata, telinga, postur tubuh, dan berat badan kambing. Apabila ingin memilih kambing yang mempunyai berat badan banyak, maka bisa melihat dari bagian punggungnya.

  1. Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Dari Samurah bin Jundab, Rasulullah bersabda: “Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelihkan hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”

Banyak ulama yang menganjurkan pelaksanaan aqiqah adalah 7 hari setelah anak lahir. Namun jika belum memungkinkan di hari tersebut, maka bisa diganti pada hari ke-14 atau ke-21. Untuk orang tua yang kurang mampu dalam finansial bisa lepas dari kewajiban menyelenggarakan akikah. Bahkan anak yang sudah dewasa dan memiliki kemampuan secara finansial bisa mengakikahi dirinya sendiri.

  1. Penyembelihan Hewan Aqiqah

Ketika menyembelih kambing, ada satu hal yang harus diperhatikan dengan baik. Yaitu tidak mematahkan tulang dari sembelihan. Hal ini dilakukan supaya hikmah tafa’ul atau berharap keselamatan tubuh serta anggota badan dari anak yang diakikahi. Oleh sebab itulah sangat penting bagi pemotong hewan akikah untuk memperhatikan hal detail satu ini. Selain itu orang yang akan memasak pun juga perlu tahu maksud dari tidak mematahkan tulang sembelihan kambing.

  1. Membaca Doa Ketika Menyembelih Kambing

Penyembelih kambing akikah harus membaca doa ini belum menyembelih kambing, “Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.”

Yang artinya, “Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud).

Hal ini sangat penting karena sebagai umat Islam dalam melakukan hal apa saja diikuti dengan berdoa terlebih dahulu. Dengan berdoa terlebih dahulu akan membuat daging kambing yang akan dimasak ini menjadi semakin berkah. Baik untuk pemilik acara atau untuk penerima akikah.

  1. Memasak Daging Akikah

Terdapat dua pendapat berkaitan dengan pembagian daging aqiqah ini. Ada yang mengatakan dapat dibagikan dalam keadaan masih mentah. Namun banyak ulama yang lebih mengutamakan supaya daging akikah dimasak terlebih dahulu.

Hal ini sesuai dengan hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.” (HR al-Bayhaqi)

Menu olahan akikah yang banyak dipakai untuk acara aqiqah adalah sate, gulai, dan tongseng. Namun jika Anda memesan di layanan aqiqah maka bisa menemukan menu olahan akikah lainnya. Seperti kambing guling, nasi kebuli dan masih banyak lainnya.

  1. Memakan Sebagian & Membagikan

Daging akikah memang disunahkan untuk dikonsumsi sendiri sebagian. Sedangkan untuk bagian lain bisa dibagikan kepada tetangga, saudara, kerabat dan fakir miskin. Jika Anda memesan di layanan aqiqah, juga bisa menyalurkan ke pantai asuhan atau pondok pesantren terdekat.

Hal ini sudah sesuai dengan firman Allah SWT, “Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. – Q.S. Al-Insan.

  1. Memberikan Nama & Mencukur Rambut Anak

Saat prosesi ibadah aqiqah, orang tua akan memberikan nama untuk anak dan mencukur rambut sampai habis. Untuk nama anak tentunya harus dipilihkan yang memiliki makna baik. Sebab nama anak ini menjadi cerminan dan doa supaya sang anak bisa tumbuh dengan baik hingga dewasa nanti.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian, maka baguskanlah namamu.” (HR Muslim)

  1. Mendoakan Anak

Yang terakhir adalah memberikan doa kepada anak, berikut bacaan doanya, “U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.”

Artinya: “Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang prima, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian.”

Nah itulah tata cara melaksanakan ibadah akikah anak dan hukumnya dalam Islam. Bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah aqiqah tanpa repot. Namun belum menemukan layanan akikah yang baik seperti apa. Tidak perlu khawatir, karena sudah ada Akikah Kita yang siap membantu. Kami sudah berpengalaman dan dipercaya oleh banyak keluarga dalam menyelenggarakan ibadah aqiqah sesuai permintaan konsumen. Dengan pelayanan memuaskan dan biaya paket akikah yang terjangkau. Tentunya tidak akan membuat Anda harus mengeluarkan kocek terlalu dalam. Memesan paket akikah ditempat kami membuat Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *